Yuk kita nostalgila ke jaman jaman tahun '90an, pas lagi asik-asiknya semua anak nonton TV di hari minggu pagi, coba berapa banyak kartun yang enggak habis-habisnya ditayangkan di televisi kita, memang jaman keemasan bagi anak-anak usia 15 tahun kebawah itu sudah tidak ada sekarang, anak jaman sekarang canderung sibuk dengan gadged yang diberikan oleh orang tuanya, jarang ada anak SD yang sekarang main bersama saat lonceng istirahat dibunyikan, bahkan saya ragu apa mereka masi tau apa itu loncat tali, gundu, dobrak sodor, ular naga dkk.
Perkembangan teknologi sekarang saya rasa terlalu berat untuk para orang tua, dan kesibukan para orang tua tersebut yang terlalu dibuat-buat sehingga sering kali saat anak rewel maka yang diberikan yaa gadged.
Coba deh kita inget-inget dulu yang pada lahir taon 80an sampai tahun 90an, berapa banyak tuh kartun yang ditayangkan Indosiar atau RCTI?
Pas pagi biasanya ada aja film doraemon, dragon ball, inuyasha, sailormoon, kobochan dan kawan-kawan, shin-chan yang jahil. buanyuak deh yang sampai enggak bisa saya sebutin satu-satu. tapi memorinya sampai sekarang bersisa kan?
Pas pagi hari sekitar 2-3jam ada kartun, lalu nanti pas sore hari juga ada kartun lagi, hamtaro, dll.
Anehnya memasuki tahun 2000an ini penayangan kartun yang bagus semakin berkurang, malah yang ada sinetron untuk anak, dengan bahasa yang di gunakan berlebihan bukan, bahkan anak jaman sekarang mengerti istilah bandar, agen judi dan lain-lain, betapa berbahayanya pengaruh TV bagi kehidupan anak sekarang.
Padahal alangkah baiknya kalau penayangan kartun dulu di ulang saja, toh anak sekarang tidak tau cerita-cerita kartun dulu, entah itu Minky Momo, Ranma 1/2, avatar the legend of angg, Mojako.
Bukankah kebanyakan film-film kartun jaman dulu isinya lebih berbobot dan ada intisari cerita di dalamnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar