Entah dimana
letak demokrasi dan musyawarah di negara ini saya tidak paham. Dikatakan negara
Indonesia adalah negara yang beraneka ragam suku dan bangsa, tetapi apakah
memang suku dan bangsa di negara kita dapat hidup rukun dan saling membantu
satu sama lain?
Pertanyaan
besar bagi para petinggi negara, ‘Apakah sudah dijalankan yang mereka katakan
ingin menyamaratakan hak tiap warga negara?’
Yang dapat kita lihat disini bila kita tinggal dan hidup di Indonesia yakni
adanya diskriminasi yang besar-besaran, kita tau betapa susahnya memimpin suatu
negara beserta rakyat yang beraneka ragam. Tetapi tidak dapatkah para
pemerintah dalam hal ini lebih memperhatikan warga?
Ada apa
dengan yang namanya warga keturunan? Kenapa mereka hingga sekarang di
beda-bedakan hak-nya? Begitu banyaknya warga keturunan di Indonesia yang memang
sudah memiliki KTP negara dan tinggal sedari mereka masih di kandungan, lahir,
dan besar di Indonesia pun tetap saja bila mereka berkulit putih, mata sipit,
ataupun berbeda dengan lainnya maka mereka pun akan diperlakukan berbeda, entah
itu dalam mengurus urusan negara di persusah kecuali mengeluarkan dana lebih.
Apa mungkin pemikiran bahwa orang keturunan yang ada di Indonesia semua kaya
raya? Kalian pikir kami berak emas? Atau semuanya adalah para agen judi dan mafia?
Mohon lebih
bijak lah dalam bertindak dan berbuat, sesama manusia dan orang indonesia, kita
sama-sama makan nasi, hidup juga bekerja mencari nafkah, tidak ada bedanya
dengan warga pribumi. Lalu kenapa untuk kerja di badan pemerintahan saja masih
membanding-bandingkan?
Apa memang
orang indonesia itu bodoh hingga tidak tertolong lagi? (maaf saya juga pribumi,
tapi memiliki banyak teman dari etnis tionghoa dan saya heran dengan kelakuan
warga kita) Sebagai tambahan saja, bila terjadi masalah besar-besaran dan orang
tionghoa semua yang ada di sini menarik diri dan bisnis yang mereka miliki di
Indonesia, maka sekejap itu pula Indonesia akan semakin melarat dengan tidak adanya
penyokong terbesar perekonomian di sini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar