Dalam artikel seputar berita sepak bola Indonesia online dalam dunia dari kami kali ini di informasikan kepada pembaca setia kami semua bahwa kompetisi kasta kedua Liga Indonesia atau Liga 2 2017 mendekati putaran akhir. Ketika ini, sebanyak 17 tim siap menghadapi babak play-off, termasuk Persewangi dan PSBK Blitar yang menjalani play-off khusus. Sayangnya, babak playoff baru berjalan satu putaran, sejumlah insiden memalukan terjadi. Di antaranya "adu kungfu" antarpemain, ofisial tim dan juga suporter di tengah lapangan.
Diawali dengan laga play-off khusus, antara Persewangi menghadapi PSBK Blitar di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/10) lalu. Malahan laga yang dipenuhi adegan jotos itu tidak sampai menit ke-90. Hakekatnya disebabkan pada menit ke-86 terjadi keributan, dan wasit memutuskan untuk tidak bisa melanjutkan laga.
"Hakekatnya bukan laga sepak bola namun Smack Down, tinggal beri ring saja," ujar pelatih Persewangi, Bagong Iswahyudi, ketika dikonfirmasi, Kamis (12/10). Alhasil pedoman-pedoman kericuhan itu sudah tercium pada menit ketiga babak pertama. Wasit Suhardiyanto mengusir Hakekatnya Ariyanto bersama Kapten PSBK, Aditya Wahyudi pengaruh saling tonjok di lapangan. Menginjak menit ke-15 kerusuhan diawali, ketika Deki Rolias Candra dikartu merah karena melakukan tekel brutal terhadap pemain PSBK. , adegan adu kunfu antar pemain pun diawali dan merembet ke kursi cadangan.
Kemudian kericuhan lebih besar kembali terjadi menginjak menit ke-82, usai PSBK menjebol gawang Persewangi. Pemain cadangan pun ikut ambil peran dengan merangsek ke tengah lapangan dan saling tendang ataupun pukul tidak terelakkan.Alhasil, laga untuk kemenangan WO PSBK itu sempat dilanjutkan namun kembali terhenti pada menit ke-86. Hakekatnya terjadi, karena wasit tidak memberi tendangan bebas sesudah pemain Persewangi dijatuhkan pas satu meter di luar kotak penalti. Wasit pun enggan melanjutkan laga yang masih menyisakan empat menit waktu nornal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar