Minggu, 12 November 2017

Ada Lebih-lebih denganmu, Madrid?

Pada kesempatan ini kami informasikan dalam artikel seputar berita sepak bola Indonesia online untuk semua pembaca setia kami hari ini, dimana masih terlalu dini untuk menyimpulkan jikalau Real Madrid sedang mengalami krisis. Dan masih terlalu pagi untuk menyebut Los Merengues terterjang dari kompetisi kompetisi La Liga Spanyol 2017/2018. Sebab, melalui sejumlah permainan Madrid di layar TV tidak bisa dimungkiri bahwa pasukan Zinedine Zidane tengah sulit payah. Poin, melalui jalan terjal menuju konsistensi seperti musim lalu.

Rangkaian tur pramusim Madrid terasa baik-baik saja. Uji tanding berjalan dengan lancar dan ditutup dengan menumbangkan Barcelona dua kali di Copa del Rey. Skuat Madrid menonjol begitu antusias bahkan benar-benar percaya diri dengan pemain bintang yang menjadi tulang punggung klub. Adapun dari sisi transfer, kerja manajemen Madrid menonjol begitu meyakinkan. Serta tidak lupa pula jua untuk kami mengingatkan teman kami semua, sobat football online indonesia dapat mengikuti informasi seputar sepak bola online Indonesia terkini kami setiap harinya, seperti  Eks Kapten Arsenal Jangan Halangi Kepergian Sanchez.

Los Blancos memang melepas beberapa pemain di musim panas kemarin. Dan untuk mengisi kepergian tersebut manajemen Madrid menggantikannya dengan sederet pemain muda dengan potensi besar. Pun melainkan, dikala lomba sebenarnya berjalan (kompetisi La Liga), Madrid justru kehilangan pijakan. Inkonsistensi, kata yang musim lalu menjadi benar-benar haram bagi publik Bernabeu, justru benar-benar terasa di musim ini. Perihal, dikala ini Madrid terkunci di posisi tiga klasemen sementara La Liga. Kini yang dikumpulkan yakni 23, terpaut delapan skor dari Barcelona di puncak klasemen.

Dari 11 lomba, El Real cuma mencatatkan tujuh kemenangan, dengan dua kali imbang, dan dua kali kalah. Dapat demikian yang cukup memprihatinkan yakni Madrid baru mencetak 22 gol dan kebobolan sembilan gol. Di puncak klasemen, Barcelona mencetak 30 gol dan kebobolan empat gol. Di daerah kedua, ada Valencia dengan 30 gol dan 11 kebobolan. Reputasi Zidane bahkan kini dipertanyakan dan beberapa kali media Spanyol melaporkan jikalau pelatih asal Prancis berdarah Aljazair tersebut akan kehilangan kursi di Santiago Bernabeu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar